Klaster wilayah
54% wilayah masih berada di segmen “Belum terkelola”
K-Means (k=4) mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan pengurangan, penanganan, dan timbulan per kapita. Klaster bersifat deskriptif, bukan sebab-akibat.
Wilayah dianalisis
327 wilayah
Data terfilter saat ini
Klaster terbesar
Belum terkelola
176 wilayah
Penanganan tertinggi
64,9%
Median, Penanganan tinggi
Stabilitas klaster
0,93
ARI rata-rata, 100 bootstrap
Peta empat segmen wilayah
Satu titik = satu kabupaten/kota. Lingkaran putih = titik tengah klaster.
Cara membaca: kanan = lebih banyak sampah ditangani, atas = lebih banyak sampah per orang. Arahkan kursor ke legenda untuk menyorot satu klaster.
Jumlah wilayah per klaster
Klik batang untuk memfilter.
Median timbulan per kapita
kg/orang/hari per klaster.
Rata-rata seluruh wilayah terfilter: 0,51 kg/orang/hari
Profil klaster
Median tiap klaster; warna menandai kolom tertinggi.
| Klaster | Ditangani | Dikurangi | Tidak terkelola | Kg per orang/hari |
|---|---|---|---|---|
| Belum terkelola | 3% | 0,0% | 97% | 0,45 |
| Timbulan tinggi | 18% | 0,0% | 80% | 0,73 |
| Pengurangan menonjol | 23% | 12,0% | 64% | 0,42 |
| Penanganan tinggi | 65% | 0,1% | 34% | 0,41 |
Warna lebih pekat = nilai lebih tinggi dibanding baris lain pada kolom yang sama.
Median dipakai agar tidak terpengaruh nilai ekstrem satu-dua wilayah.